Layanan Repositori Pengetahuan dan Data Bencana NTT

FPRB Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dari Hutan ke Politik: Studi terhadap Ekofeminisme Aleta Baun di Mollo-NTT

Deskripsi:

Artikel jurnal ini membahas model gerakan ekofeminisme Aleta Baun di Mollo, Nusa Tenggara Timur, dalam perjuangannya melawan industri pertambangan yang mengancam lingkungan hidup masyarakat adat. Studi ini menyoroti kekuatan narasi lokal masyarakat Timor tentang hubungan manusia dan alam, serta bagaimana gerakan perempuan berbasis kearifan lokal menjadi sarana perlawanan efektif terhadap kerusakan lingkungan. Penulis mengeksplorasi bagaimana Aleta Baun, setelah keberhasilannya di akar rumput, melanjutkan perjuangan di jalur politik formal, termasuk tantangan struktural patriarki dan politik maskulin. Artikel ini menawarkan refleksi atas ekofeminisme kontekstual yang menggabungkan advokasi lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan komunitas adat.

78 Downloads

Topik tematik:

Jenis Arsip:
Tahun terbit: 2019
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penulis: Benediktus Dalupe
Penerbit: Jurnal Polinter, Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Lisensi: Publik
ISBN/ISSN: –
Format: PDF
Ukuran File: 1
# Hal: 20 halaman

Arsip pengetahuan lain yang berkaitan:

40
Gender, Development and Disasters
39
Pedoman Pengintegrasian Gender dalam Klaster Pengungsian dan Perlindungan
38
Integrasi Pencegahan dan Penangangan Kekerasan Berbasis-Gender dalam Situasi Bencana
37
Perlindungan Perempuan Korban Bencana
36
Facing Change: Gender and Climate Change Attitudes Worldwide
35
Mengintegrasikan Gender dalam Aksi Iklim: Peluang dan Tantangan Pengarusutamaan Gender di Provinsi Sumatera Selatan
34
Toolkit "Aksi Iklim Orang Muda yang Responsif Gender di Indonesia: Panduan Praktis Implementasi Proyek Komunitas yang Inklusif
33
PEREMPUAN, ALAM, DAN JALAN PERUBAHAN: Ketika Perempuan Memimpin di Tengah Krisis Iklim
32
Laporan Kajian Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan pada Pengetahuan Lokal Masyarakat di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat
31
Perubahan Iklim, Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution.
Scroll to Top