
Penelitian deskriptif-kualitatif ini menganalisis dinamika ketahanan pangan di wilayah perkotaan lahan kering Kota Kupang, NTT. Hasil kajian menunjukkan adanya kerentanan sistem pangan lokal akibat tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, keterbatasan produksi pangan akibat agroklimat yang semi-arid (kering), serta belum optimalnya integrasi kebijakan lintas sektoral, yang berdampak pada ketidakstabilan harga dan keterbatasan akses bagi kelompok rentan. Sebagai solusinya, riset ini mengidentifikasi program diversifikasi pangan, pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), serta dukungan anggaran pemerintah sebagai peluang strategis. Studi ini merekomendasikan transformasi pola konsumsi masyarakat, penguatan logistik, serta sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat demi mewujudkan sistem ketahanan pangan yang adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.