Layanan Repositori Pengetahuan dan Data Bencana NTT

FPRB Provinsi Nusa Tenggara Timur

Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman Dan Analisis Pemanfaatan Lahan Di Desa Oesena, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Pasca Bencana Longsor

Deskripsi:

Jurnal ini membahas evaluasi kesesuaian lahan permukiman dan pemanfaatannya di Desa Oesena, Kabupaten Kupang, setelah terjadinya bencana longsor. Melalui pendekatan spasial dan analisis lapangan, penelitian ini menilai berbagai faktor fisik seperti kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan curah hujan dalam menentukan kelayakan hunian pasca-bencana.

Penelitian ini merekomendasikan relokasi penduduk dari zona rawan longsor dan optimalisasi lahan yang sesuai untuk permukiman aman bencana. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan penataan ruang serta mendukung pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana di wilayah perdesaan.

84 Downloads

Topik tematik:

Jenis Arsip:
Tahun terbit: 2024
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penulis: Reinhard R. M. N. Fobia
Penerbit: Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang
Lisensi: Publik
ISBN/ISSN: –
Format: PDF
Ukuran File: 1
# Hal: 8 halaman

Arsip pengetahuan lain yang berkaitan:

40
Gender, Development and Disasters
39
Pedoman Pengintegrasian Gender dalam Klaster Pengungsian dan Perlindungan
38
Integrasi Pencegahan dan Penangangan Kekerasan Berbasis-Gender dalam Situasi Bencana
37
Perlindungan Perempuan Korban Bencana
36
Facing Change: Gender and Climate Change Attitudes Worldwide
35
Mengintegrasikan Gender dalam Aksi Iklim: Peluang dan Tantangan Pengarusutamaan Gender di Provinsi Sumatera Selatan
34
Toolkit "Aksi Iklim Orang Muda yang Responsif Gender di Indonesia: Panduan Praktis Implementasi Proyek Komunitas yang Inklusif
33
PEREMPUAN, ALAM, DAN JALAN PERUBAHAN: Ketika Perempuan Memimpin di Tengah Krisis Iklim
32
Laporan Kajian Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan pada Pengetahuan Lokal Masyarakat di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat
31
Perubahan Iklim, Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution.
Scroll to Top