Layanan Repositori Pengetahuan dan Data Bencana NTT

FPRB Provinsi Nusa Tenggara Timur

Perlindungan Perempuan Korban Bencana

Deskripsi:

Artikel ini mengulas pentingnya penanganan khusus dan perlindungan yang responsif gender bagi perempuan sebagai kelompok rentan yang paling terdampak secara fisik, psikologis, dan sosial saat terjadi bencana alam. Berdasarkan kaji literatur, studi ini menyoroti berbagai risiko tambahan yang dihadapi perempuan di pengungsian—seperti kekerasan berbasis gender, minimnya akses layanan kesehatan reproduksi, serta pengabaian pemenuhan kebutuhan dasar—sekaligus menekankan perlunya integrasi perspektif gender dalam manajemen risiko bencana serta peran aktif pekerja sosial untuk memastikan perlindungan dan pemulihan korban perempuan secara berkelanjutan.

1 Download

Topik tematik:

Jenis Arsip:
Tahun terbit: 2021
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penulis: Meta Noya Tri Ananda, Meilanny Budiarti Santoso, Moch. Zaenuddin
Penerbit: Jurnal Pekerjaan Sosial (Jurnal Focus)
Lisensi: Creative Commons
ISBN/ISSN: ISSN: 2528-1577 (e)
Format: PDF
Ukuran File: 1
# Hal: 13 halaman

Arsip pengetahuan lain yang berkaitan:

40
Gender, Development and Disasters
39
Pedoman Pengintegrasian Gender dalam Klaster Pengungsian dan Perlindungan
38
Integrasi Pencegahan dan Penangangan Kekerasan Berbasis-Gender dalam Situasi Bencana
36
Facing Change: Gender and Climate Change Attitudes Worldwide
35
Mengintegrasikan Gender dalam Aksi Iklim: Peluang dan Tantangan Pengarusutamaan Gender di Provinsi Sumatera Selatan
34
Toolkit "Aksi Iklim Orang Muda yang Responsif Gender di Indonesia: Panduan Praktis Implementasi Proyek Komunitas yang Inklusif
33
PEREMPUAN, ALAM, DAN JALAN PERUBAHAN: Ketika Perempuan Memimpin di Tengah Krisis Iklim
32
Laporan Kajian Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan pada Pengetahuan Lokal Masyarakat di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat
31
Perubahan Iklim, Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution.
30
Dialektika Pengetahuan Lokal dan Ilmiah dalam Pengelolaan Lingkungan: Mungkinkah tanpa Transdisiplin?
Scroll to Top