
Penelitian ini mengkaji Wae Poa sebagai praktik adaptasi berbasis pengetahuan ekologis tradisional yang digunakan masyarakat Pulau Palue untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan di wilayah pulau vulkanik kecil dengan keterbatasan air tawar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen untuk memahami mekanisme Wae Poa serta kaitannya dengan sistem pengelolaan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wae Poa menjadi sumber air yang relatif andal karena memanfaatkan kondensasi alami panas bumi, sehingga mampu menyediakan air secara lebih konsisten dibandingkan metode lain, terutama saat musim kemarau panjang. Keberhasilan sistem ini tidak hanya didukung aspek teknis yang hemat energi, tetapi juga aturan sosial dan kesepakatan adat yang mengatur penggunaan air secara adil. Temuan ini menegaskan bahwa Traditional Ecological Knowledge (TEK) memiliki peran penting sebagai strategi adaptasi iklim, khususnya di wilayah pulau kecil yang bergantung pada sumber daya lokal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan adaptasi yang mengintegrasikan pengetahuan lokal, inovasi sederhana, dan kelembagaan komunitas untuk mendukung ketahanan air dan keberlanjutan lingkungan.