Layanan Repositori Pengetahuan dan Data Bencana NTT

FPRB Provinsi Nusa Tenggara Timur

Membangun Sinergi Ekonomi Biru

Deskripsi:

Materi presentasi berjudul “Membangun Sinergi Ekonomi Biru untuk Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi NTT” ini disampaikan oleh TH. M. Florensia dari Bapperida Provinsi NTT, yang menguraikan kerangka kerja dan implementasi konsep Ekonomi Biru di wilayah tersebut. Konsep Ekonomi Biru (Blue Economy) didefinisikan sebagai model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan pembangunan darat dan laut dengan mempertimbangkan daya dukung sumber daya dan lingkungan, bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya kelautan secara bijak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip-prinsip ekologis. Implementasi di Indonesia didasarkan pada instrumen kebijakan utama, termasuk Kebijakan Kelautan Indonesia 2017, Peta Jalan SDGs (yang mencakup tujuan seperti *Life Below Water* dan *Climate Action*), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. RPJMN 2025-2029 mengarahkan pengembangan Ekonomi Biru sebagai program prioritas untuk mendorong kemandirian bangsa dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan lingkungan. Visi Indonesia 2045 menargetkan sumbangan PDB dari ekonomi maritim sebesar 12,5%, didukung oleh sektor prioritas seperti perikanan, wisata bahari, energi terbarukan, dan konservasi kelautan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dua pertiga wilayahnya adalah laut, Ekonomi Biru diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu menumbuhkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan ekstrem. Pengembangan ini berfokus pada potensi inti NTT seperti rumput laut, perikanan tangkap dan budidaya, serta wisata bahari. Tema pembangunan wilayah NTT sendiri adalah “Pusat Pariwisata Bahari dan Minat Khusus Bertaraf Internasional”. Dalam aspek lingkungan, NTT secara aktif memperluas Kawasan Konservasi Laut (KKL), dengan total sumbangan wilayah konservasi sebesar 2.57% dari target nasional KKL 30% pada tahun 2045. Pengelolaan KKL di NTT melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat (KLHK dan KKP) dan pemerintah provinsi, yang diatur melalui Peraturan Gubernur Nomor 70 Tahun 2021 tentang Kemitraan Pengelolaan KKL. Tantangan yang dihadapi termasuk pengawasan sumber daya kelautan yang belum optimal, rendahnya kapasitas SDM, serta perlunya hilirisasi produk perikanan yang saat ini masih diekspor dalam bentuk bahan baku (raw material). Oleh karena itu, Bapperida menekankan pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan dan perencanaan berbasis ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan (*profit-oriented*) tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan dan keadilan sosial.

58 Downloads

 

Topik tematik:

Jenis Arsip:
Tahun terbit: 2025
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penulis: TH. M. Florencia, SE., M.EC.Dev
Penerbit: Bapperida Provinsi NTT
Lisensi: Publik
ISBN/ISSN: –
Format: PDF
Ukuran File: 28
# Hal: 12 halaman

Arsip pengetahuan lain yang berkaitan:

Screenshot 2026-04-02 at 15.56
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025 - 2029
Screenshot 2026-04-02 at 15.53
Adopsi Rumah Vernakular Aman Bencana
Cover Lenting Juli (35)
Rumah Vernakular Tahan Bencana - Pulau Flores
Cover Lenting Juli (34)
Arsitektur Venakular dan Aman Bencana: Menggali Kearifan Lokal Rumah Aman Bencana di Pulau-Pulau Kecil, NTT (Alor, Lembata, Sabu, Rote)
Cover Lenting Juli (33)
Unseen, Unheard: Gender-Based Violence in Disasters – Global Study
Cover Lenting Juli (32)
Gender-Sensitive Disaster Risk Reduction in Practice: Pathways to Building Community Resilience (ICR 2019 – International Centre for Research)
Cover Lenting Juli (31)
Peta Bahaya Gempa Bumi Maluku Utara Berdasarkan Gempa Halmahera 11 September 2008 Magnitudo 7,6
Cover Lenting Juli (30)
Analisis Trending Topic di Twitter: #NTTBerduka pada Studi Kasus #BanjirBandang di NTT 2021
Cover Lenting Juli (29)
Disaster Management on Small Islands: Lessons from Flash Flood Disaster in Rua Village, Ternate Island, Indonesia
Cover Lenting Juli (28)
WFP Annual Review 2024: Staying and Delivering Amid Multiple Crises
Scroll to Top